AGAPE MISI SARANA

Jadikanlah semua bangsa murid-Ku Mat 28:19

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Selamat Datang di situs Agape Misi Sarana

Tentang Kami

E-mail Print PDF

SEJARAH BERDIRINYA PERSEKUTUAN DOA AMS

 

Halleluyah! Saudara, tidak terasa Persekutuan Doa Agape Misi Sarana (AMS), dibawah penggembalaan Pdt. JE Awondatu tahun depan, tepatnya di tahun 2009, akan memasuki usianya yang ke 25 tahun. Seperempat abad, satu rentang waktu yang cukup panjang yang kita percaya, di dalamnya terselip suka dan duka yang mewarnai pelayanan beliau di Persekutuan Doa ini.

 

Ingin tahu bagaimana sejarah berdirinya Persekutuan Doa ini? Apa visi Persekutuan Doa ini? Apa saja buah yang sudah dihasilkan dari pelayanan Bapak Pdt. JE Awondatu lewat Persekutuan Doa ini? Apa kebanggan beliau? Apa harapan beliau kepada jemaat di Persekutuan Doa AMS sekarang ini? Simak penuturan Bapak Pdt. JE Awondatu, pendiri Persekutuan Doa Agape Misi Sarana kepada Sdr. Lius Pongoh, di kediaman Bapak Pdt. JE Awondatu di Cianjur.

 

Pada bulan Agustus 1974, Pdt. Ticoalu (alm.) menubuatkan Bapak Pdt. JE. Awondatu kelak akan menjadi seorang penginjil, dan pada tahun yang sama beliau  juga mulai menginjil ke daerah Manado, Surabaya, Bandung dan kota-kota lainnya di Indonesia. Tahun 1976 beliau menginjil ke Jakarta setelah sebelumnya mengunjungi negara dibelahan bumi lainnya seperti Canada, Amerika, Filipina, Singapura, Belanda, Australia.

 

Di kota Jakarta saat itu Persekutuan Doa belum terlalu banyak seperti saat ini dan beliau pertama kali melayani di kediaman Ibu Suryadi , Jalan Kartini II no. 70, saat itu setelah pelayanan, beliau kembali lagi ke Cianjur atau dengan kata lain Cianjur – Jakarta pulang pergi  menggunakan mobil Mitsubishi L-300 kepunyaan mertua.

 

Kemudian pada tahun 1984, bermula dari Jalan Tanah Abang II, dirumah Bapak Rahmat Imanuel seorang keturunan Belanda yang kediamannya seringkali digunakan oleh Benny Santoso untuk Persekutuan Doa.  Bapak Pdt. JE Awondatu diberikan waktu setiap hari Selasa untuk kegiatan yang sama, sejak saat itulah Persekutuan Doa Tanah Abang, demikian sebutan Persekutuan Doa ini mereka namakan berdiri. Setelah berjalan sekitar 7 tahun, tepatnya pada tahun 1991 Bapak Rahmat Imanuel dipanggil pulang kerumah Bapa disorga, sehingga tempat Persekutuan Doa ini tidak dapat digunakan lagi.  “Akan tetapi oleh kemurahan-Nya kami dapat menempati satu gedung milik Bapak David Adhyatman di Jalan A.M. Sangaji yang juga jemaat Persekutuan Doa Tanah Abang . Menimbang tempat Persekutuan Doa ini berada di Jalan A.M. Sangaji maka nama Persekutuan Doa Tanah Abang berubah menjadi Persekutuan Doa Agape Misi Sarana (AMS).” Kenang Pdt. JE Awondatu, yang biasa dipanggil ‘Ko Yoyo atau Oom Yoyo, oleh jemaat.

 

“Patut kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus atas penyertaan-Nya sehingga tidak terasa pada tahun ini, Persekutuan Doa AMS telah berusia 25 tahun, dengan visi “JADIKANLAH SEMUA BANGSA MURID-KU”. Sebuah waktu yang cukup panjang dan penuh suka duka silih berganti, akan tetapi Tuhan telah bekerja secara luar biasa sehingga benih yang ditabur di Persekutuan Doa ini tidak mati melainkan tumbuh dan berbuah. Saya sangat bersuka cita pada saat pelayanan ke negeri Belanda atau Amerika dan negara lainnya, selalu ada saja yang berkata “Oom , saya ini dulu pernah ikut Persekutuan Doa di Tanah Abang ” dan ada juga yang berkata “ Saya juga sering dengar khotbah Oom di Persekutuan Doa AMS.” Lanjut Oom Yoyo dengan rasa syukur.

 

“Adapun hasil lainnya dari Persekutuan Doa AMS antara lain adalah, Pdt. Hendrik Kawu yang sebelumnya adalah pengemudi taxi kemudian jadi pendeta, lalu Pdt. Gilbert Lumoindong dan Franky Sihombing pernah ikut di Persekutuan Doa ini.

 

Venina Mundisugih saat ini menjadi Pendeta GBI di San Fransisco dan Bapak Richard Korompis adalah pemain organ pada Persekutuan Doa ini pada awalnya. Bapak Richard Korompis saat ini masih tetap beribadah walaupun sedang mengalami stroke. Ada juga Bapak Alwel Tanujaya, kita sering adakan pendalam alkitab (PA) dirumahnya siang hari sebelum sorenya ke Tanah Abang , saat ini beliau juga sudah jadi pendeta .

 

 

Sekali waktu saya pernah diundang pelayanan ke Jepang oleh satu satu Direktur Garuda di Tokyo namanya Robert Waloni, dimana dia pernah berada di Spanyol dan dia tidak bisa kegereja karena tidak mengerti bahasanya maka dia hanya mendengar khotbah saya setiap hari dan menjadi sangat diberkati dan dia selalu berdoa bersama istri dan anaknya setiap jam 04.30.

 

Prestasi lainnya yang tidak bisa dilupakan dari Persekutuan Doa ini adalah dibangunnya Sekolah Alkitab Cianjur (SAC) yang 80% penyumbangnnya adalah dari Persekutuan Doa Tanah Abang dan telah mempunyai murid 1.800 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan juga di  Amerika, Australia, Belanda serta di belahan bumi lainnya. Sekolah Tinggi Teologia (STT) Cianjur  yang belum lama berdiri juga berkat bantuan sekitar 30% dari Persekutuan Doa AMS. Itu yang membanggakan saya, karena mereka begitu cinta pada Tuhan.

 

Ada rasa suka cita yang luar biasa bilamana melihat orang bertobat dan dibaptis.

Bayangkan dulu ada sekitar 400 orang dari gereja Protestan dibaptis selam. Saya tidak menyuruh mereka pindah gereja, melainkan tetap digereja masing-masing, tetapi “Ikut jalan-Nya Tuhan” (Karena visi Bapak Pdt.JE Awondatu adalah “Jadikanlah Semua Bangsa Muridku.”) Jadi tidak pandang dari GKI, Katholik, HKBP yang penting percaya Injil sepenuh. Ada satu Bapak namanya Banjar Nahor, dia penuh Roh Kudus juga kedua putrinya. Ada juga Bapak Talas Sianturi juga luar biasa berapi-api saat ibadah. Begitu juga Handoyo  yang sudah jadi gembala GBI di Singapura.

 

Saya juga tidak akan lupa atas kebaikan beberapa saudara yang menghargai jerih lelah saya. Dipimpin oleh Bapak David Adhyatman, Bapak Gwany, dan dokter adiknya Ibu Sonya mengumpulkan uang dan membelikan saya sebuah mobil Toyota Cresida. Dari Toyota Cresida itulah mobil silih berganti hingga sekarang tidak pernah habis.

 

Duka cita yang saya alami adalah fitnah dan rasa lelah karena selama kurang lebih 25 tahun harus pulang pergi Cianjur – Jakarta melayani Persekutuan Doa ini. Di tahun 1991 saat sedang mengalami percobaan besar, justru saat susah itu Tuhan malah memberikan saya lagu “Peganglah Tanganku Roh Kudus, Tuhan Yesus Setia, Janganlah Jemu Berbuat Baik, lagu-lagu itu direkam oleh Maranatha. Saya yakin semuanya itu adalah berkat dan pertolongan yang Tuhan berikan pada saya untuk dapat melaluinya sehingga Persekutuan Doa ini tetap ada hingga saat ini...” Demikian penuturan singkat Bapak Pdt. JE Awondatu, tentang sejarah berdirinya dan suka duka yang mengisi pelayanan beliau di Persekutuan Doa Agape Misi Sarana (AMS).

 

Harapan beliau kedepan di usia 60 tahun ini, agar jemaat dapat memahami dan mengerti bahwa kekuatannya tidak seperti dulu lagi, apalagi dengan tugas yang begitu banyak, sebagai gembala sidang GPdI Cianjur, penginjil, guru dan Direktur Sekolah Alkitab Cianjur, salah satu pendiri/ketua STT Cianjur, Ketua Majelis Daerah Jawa Barat 2007-2012, Anggota Majelis Pusat GpdI - Departemen Pertumbuhan Gereja.

 

 

BIO DATA

 

Nama                          : Pdt. JE. Awondatu

Tempat/tgl. Lahir      : .., 28 Agustus 1948

Istri                             : Melanie Awondatu

 

Anak                           Menantu                                 Cucu

Revi Awondatu          Irma Tuwendi                                    -

Helga L. Awondatu    Nemo Bahari                          Josiah Nicholas Bahari

                                                                               Rayhan Azaria Bahari                                  

 

1974, mulai menjadi penginjil.

 

1982, menjadi pembicara FGBMFI Asian Convention di Singapura.  Dari

              Indonesia bersama alm.DR. Abed Hendrawan, alm. DR. Lukas Halim

 

1983, bersama 13 orang lainnya diantaranya Yohanes Oentoro, Bapak/Ibu

Sugiarto, alm. Dr. Wijayakusuma, Herry Mamudi (penyanyi), Johan Handoyo, Benny Sumampouw, Pdt. Billy beliau mendirikan Persekutuan Doa YASDI dan hingga saat ini masih tetap berdiri.

 

1988, Selain menjadi salah satu pendiri  Persekutuan Doa YASDI dan founder

dari Persekutuan Doa  AMS (dahulu bernama Persekutuan Doa Tanah Abang), beliau juga adalah pendiri Persekutuan Doa EL-SHADDAI. Persekutuan Doa ini pernah sekali waktu dihadiri oleh sekitar 1500 orang. Persekutuan Doa ini, yang bermula dari gedung Advent kemudian pindah ke gedung Bank of Amerika kemudian gedung PELNI, sekarang kegiatan persekutuan doa EL-SHADDAI  ini berada di gedung Bank Panin, Jl. Pecenongan Raya. Bapak Pdt. JE. Awondatu masih tetap melayani di EL-SHADDAI  sekali dalam sebulan yaitu setiap hari Kamis .

 

……      Persekutuan Doa BERDASI di Karawang berdiri.

 

 

Hobby naik moge masih sesekali dilakukan apabila ada jemputan dari rekan-rekan penggemar  moge.

 

(Lius Pongoh, Cianjur 18 September 2008.)

NB : Ditulis ulang dengan perubahan seperlunya, tanpa mengurangi isi.

 

Who's Online

We have 1 guest online